"Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata, "Bahwasanya Allah salah satu dari tiga," padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, sungguh orang-orang yang kafir di antara mereka yang ditimpa azab yang pedih." (Q.S. 5 al Maidah 73).
"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil." (Qs 43 Az Zuhkruf 59).
"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (Qs 22 Al Hajj 73).
"Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashrani atau Yahudi kemudian bila ia mati tidak masuk Islam, niscaya ia ahli neraka," (HR. Muslim).
Alhamdulillah segala puji hanya kepada Allah yang telah memberikan hidayah-Nya sehingga buku ini bisa saya selesaikan dalam waktu relative singkat, satu bulan. Shalawat serta salam kepada uswatun hasanah, teladan kita baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.
Kami menyadari bahwa judul buku ini akan menuai reaksi positif maupun negative yang cukup besar dari kalangan muslim dan kristiani. Namun demikian bukanlah kami bermaksud mendis-kreditkan salah satu agama, tidak! Sebab ummat Kristiani juga harus menyadari bahwa Yesus yang menurut kami adalah Nabi Isa 'Alaihis Salam, adalah nabi kami yang ummat Islam juga.
Di dalam Al Qur'an, nama Nabi Isa 'Alaihis Salam lebih banyak disebut dari nama Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, demikian juga nama Siti Maryam bunda Nabi Isa 'Alaihis Salam. Bahkan dalam Al Qur'an ada nama surat Maryam. Lebih daripada itu, tidak sempurna iman seorang Islam jika tidak mengimani semua Rasul Allah, termasuk Nabi Isa 'Alaihis Salam (Yesus).
Bahkan beriman kepada semua Nabi Allah termasuk Yesus (Nabi Isa 'Alaihis Salam) dan kitab-kitab-Nya (termasuk Taurat, Zabur dan Injil) adalah bagian dari Rukun Iman kita. Karena itu, kitab-kitab yang turun sebelumnya seperti Taurat, Zabur dan Injil (yang asli) adalah kitab kami ummat Islam juga.
"Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil," (Qs 3 Ali Imran 3).
Oleh sebab itu jika kami meluruskan kesalahpahaman dalam kitab-kitab tersebut, bukanlah berarti kami mencampuri urusan agama lain, tetapi semata-mata sebagai pembelaan dalam rangka meluruskan kesalahpahaman dalam mengimaninya.
Meluruskan kekeliruan terhadap Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah tugas setiap mubaligh Islam, bahkan diperintahkan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menyampaikannya, sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." (Qs 5 al Maidah 68)
Allah perintahkan sampaikan kepada Ahli Kitab supaya mereka tidak terjerumus kepada kekufuran dan kekafiran, maka hendaklah mereka tegakkan kebenaran ajaran Taurat, Injil dan Qur'an. Sebab itu sangat beralasan jika kami luruskan para Ahli Kitab agar mereka sadari kekeliruan mereka, dan kembali kepada jalan yang benar.
Buku ini sangat baik dibaca oleh umat Islam dan Kristen, karena masalah ketuhanan Yesus sejak zaman dahulu dipermasalahkan. Bagi yang benar-benar ingin mencari kebenaran hakiki, insya Allah ditemukan dalam buku ini.
Saran dan kritik tentu kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan buku ini.
Katakanlah, "Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya." (Qs 112 : 1-4). (1)
--------------------------------------------------------------------------------
** Tulisan Arab berasal Al Quran Digital
(1). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab (Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)
Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan berkata: "Hai Abul Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).
- Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
- Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!
- Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
- Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1 : 21).
- Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
"Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel." (Matius 2:6).
- Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya." (Matius 3:13).
- Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17).
- Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis." (Matius 4:1).
- Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
- Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus." (Matius 4:2).
- Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
- Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah." (Matius 4:5)
- Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya." (Matius 4:8).
- Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan
"Maka berkatalah Yesus kepadanya :"Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!". (Matius 4:10).
- Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
- Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga." (Matius 7:21).
- Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku." (Matius 10:40)
- Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan, tapi utusan Tuhan.
"Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar." (Matius 10:41).
- Setiap yang mengaku seorang nabi, pasti bukan Tuhan!
- Yesus mengaku dia hanyalah seorang nabi, berarti Yesus bukan Tuhan!
"Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Baa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." (Matius 11:25).
- Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!
- Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Matius 12:28)
- Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah, pasti bukan Allah.
- Yesus mengusir setan atas bantuan Roh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
- Setiap yang tidak punya kuasa mengusir setan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus tidak punya kuasa mengusir setan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:40.
- Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
- Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.
- Setiap yang memberikan ramalan yang tidak tepat, pasti bukan Tuhan!
- Yesus memberikan ramalan atau tanda yang tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan!
- Setiap yang mati dan tinggal ke dalam rahim bumi, pasti bukan Tuhan!
- Yesus mati dan tinggal dalam rahim bumi, berarti Yesus bukan Tuhan!
"Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu." (Matius 14:23).
- Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Jawab Yesus : "aku diustus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel." (Matius 15:24)
- Setiap yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus diutus Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus." (Kisah Rasul 13:23)
"Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya." (Matius 16:27).
- Setiap yang mengaku anak manusia pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku sebagai anak manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang datang dalam kemuliaan Tuhannya, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus datang dalam kemuliaan Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
"Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka : "Tetapi apa katamu, siapa Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."
"Maka engkau (Musa) harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab iu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." (Keluaran 4:22-23).
- Setiap Mesias (pilihan Tuhan), bukanlah Tuhan.
- Yesus mengaku sebagai Mesias (pilihan Tuhan)
- Berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap anak Tuhan (hamba Tuhan) bukanlah Tuhan.
- Yesus mengaku sebagai anak Tuhan (hamba Tuhan)
- Berarti Yesus bukan Tuhan.
"Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya diantara orang yang tidak ada akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." (Matius 16:28)
- Setiap yang ramalannya tidak tepat, pasti bukan Tuhan.
- Yesus memberikan ramalan tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang mengaku Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku dia Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan tiba-tiba ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaugi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata : "Inilah Anak Yang Kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Matius 17:5)
- Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka : "Jangan kamu ceriterakan peglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." (Matius 17:9)
- Setiap yang merasakan mati, pasti bukan Tuhan!
- Yesus merasakan mati, berarti Yesus bukan Tuhan!
- Setiap yang dibangkitkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus dibangkitkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
"Yesus berkata kepada mereka : "Cawan-Ku memang akan kau minum, tetapi hal duduk di sebelah kananku atau di sebelah kiriku, aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapaku telah menyediakannya." (Matius 20:23)
- Setiap yang mati mengorbankannya nyawanya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan unuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. "(Maitus 20:28)
- Setiap yang mati mengorbankan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari Yerikho, orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya : "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" (Matius 20:29-31)
- Setiap anak keturunan nabi Daud, pasti bukan Tuhan!
- Yesus disebut anak Daud, berarti Yesus bukan Tuhan !!
"Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata : "Siapakah orang ini?" Dan banyak orang berkata itu menyahut: "Inilah Yesus dari Nazaret di Galilea." (Matius 21:10-11)
- Setiap yang mengatakan bahwa Yesus adalah nabi, pasti bukan Tuhan!
- Yesus seorang Nabi-nya Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan !!
"Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu." (Matius 21:18-19)
- Setiap yang merasa lapar, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang tidak tahu musim buah, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus tidak tahu musim buah, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Guru, hokum manakah yang terutama dalam hokum taurat?" Jawab Yesus kepadanya : "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:36-37)
- Setiap yang mengasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengasihi Tuhan, Allahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap orang yang dipanggil Guru, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dipanggil guru berarti Yesus bukan Tuhan.
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)
- Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
- Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
"Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (Matius 26:36)
- Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!
"Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : "Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (Matius 26:37-38).
- Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
- Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
- Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo'a, kata-Nya : "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39).
- Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
- Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
- Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
- Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
- Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
- Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan di atas kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah Yesus Raja orang Yahudi." (Matius 27:37).
"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
- Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan
- Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
- Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!
"Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata :"Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata : Aku adalah Anak Allah." (Matius 27:41-43)
- Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
- Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!
- Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
- Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?" (Matius 24:46).Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :
- Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
- Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepada Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
- Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
- Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya." (Matius 27:50).Begitu Yesus hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini menjai pertanyaan :
- Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
- Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
- Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?
- Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
- Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?
"Yesus mendekati mereka dan berkata : "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi." (Markus 28:18)Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??
- Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya :"Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau." (Matius 3:31-32)Ayat tersebut menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
- Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
- Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia." (Markus 6:3)Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.
- Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
- Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
- Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
- Yesus yang berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya." (Markus 6:4).Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.
- Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka." (Markus 6:41).Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dua ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
- Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
- Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." (Markus 9:1).Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.
- Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
- Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita." (Markus 9:38).Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan "Guru". Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tau Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan "Tuhan". Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan" karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang "Guru".
- Setiap yang dipanggil "guru" pasti bukan Tuhan.
- Yesus dipanggil "guru" oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus : "Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).Yesus dipanggil "guru" oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa "tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja". Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa "tak seorangpun yang baik selain daripada Aku."
- Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
- Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.
"Yesus memandang mereka dan berkata : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Matius 10:27).Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata "segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?
- Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.
"Kata-Nya : "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit." (Markus 10:33-34).Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :
- Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
- Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
- Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.
"Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." (Markus 10:40)Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).
- Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan Tuhan.
- Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
- Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan kepada Yakobus dan Yohanes.
- Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, pasti bukan Tuhan
- Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.
- Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
- Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
- Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
- Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47).Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang waktu itu hidup sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat ketuhanan sedikit pun.
- Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
- Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
- Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan
- Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.
(Bersambung)
Insya Allah disambung ke artikel yang kedua, semoga Allah beri kemudahan.
Artikel: www.faisalchoir.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar